Karnaval HUT ke-81 RI SMAN 1 Pabedilan Tampilkan Kreativitas Siswa

Momen pemotongan pita pembukaan karnaval
oleh kepala SMAN 1 PABEDILAN
  A. Dedi Kenedi, pada Rabu (12/8/2026).
(Foto: Altria Satra/Muhammad Ghafi Fadilah)





Pabedilan, Altria Satra— SMAN 1 Pabedilan menggelar karnaval dalam rangka memperingatinya HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa dengan menampilkan beragam kreativitas dan kostum sebagai bentuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.


Kepala SMAN 1 Pabedilan, A. Dedi Kenedi, menyampaikan bahwa karnaval menjadi salah satu bentuk siswa dalam mengisi kemerdekaan sekaligus menunjukkan kreativitas mereka kepada masyarakat. “Maknanya adalah satu kompak, kemudian yang kedua mau mengisi kemerdekaan dengan cara karnaval, dengan cara jalan kaki mengelilingi pedesaan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kreativitas siswa yang menurutnya berada di luar dugaan.


Wakasek Kesiswaan, Nur Alfatah, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan diawali melalui rapat internal bersama perwakilan siswa dan OSIS. Pelaksanaan karnaval kemudian dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintahan Desa Pabedilan Kulon, Tersana, Silih Asih, Polsek Pabedilan, dan Koramil Losari. “Yang pertama jelas dengan adanya karnaval semacam ini dalam mengangkat HUT RI untuk meningkatkan cinta tanah air, rasa kebangsaan, kemudian kebersamaan,” jelasnya.


Menurut Nur Alfatah, salah satu tantangan dalam persiapan kegiatan adalah menentukan tema yang berbeda untuk 28 kelas. Selain itu, kebutuhan dana untuk setiap tema juga menjadi pertimbangan. Karena itu, pihak sekolah menyampaikan rencana kegiatan sejak jauh hari agar siswa dan orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan masing-masing.


Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Pabedilan, Dici Yuci Aripin, mengatakan bahwa OSIS berperan dalam menyusun acara serta menghadirkan konsep yang dapat menghibur dan memeriahkan peringatan HUT RI. Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan konsep dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk tahun sekarang kita satukan semua. Untuk rutenya juga kita beda, maksudnya di Pabedilan, Tersana, Silih Asih. Terus untuk tahun sekarang kita mengadakan maskot yang sudah kami tentukan, jadi tidak bebas, sudah kami tentukan temanya,” ungkapnya.


Dici juga menilai antusiasme siswa selama kegiatan masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, meskipun pihak panitia telah berusaha memaksimalkan kegiatan, dukungan dari siswa tetap diperlukan agar acara dapat berlangsung lebih meriah. “Tolong untuk siswa-siswi SMAN 1 Pabedilan kalau semisal kita mengadakan acara atau gimana, lebih menghargai lagi, lebih mendukung lagi,” katanya.


Melalui karnaval ini, sekolah berharap siswa tidak hanya memaknai kemerdekaan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga memahami nilai nasionalisme, kebersamaan, dan kreativitas.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama